Cerita Horor Warga Dituntun Penjaga Gaib Temukan Candi

ruangmistis.xyz – Warga kira-kira mengenal wilayah penemuan struktur bangunan diduga peninggalan Mpu Sindok ERA Kerajaan Mataram dikarenakan keangkerannya. wilayah sekitarnya benar-benar digunakan sebagai lahan perkebunan berupa jeruk, dari tanah bengkok punya Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan terletak beberapa pepohonan rimbun khas pekarangan.
Lokasi itu berjarak tak jauh berasal dari Sungai Metro dan Sungai Braholo, yang hadir di Lembah Gunung Kawi sisi timur tepatnya di Dusun Bendungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, tak jauh dari universitas universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang. Belakangan lokasi ini dinamakan warga web Balekambang, meski tak diketahui pasti asal usulnya.
Penemuan struktur bangunan dikira candi itu berada di perkebunan yang jaraknya tidak cukup lebih 80 meter dari permukiman masyarakat lokasi penemuan susunan bangunan kuno itu membuka ketinggian lebih tinggi, menyerupai gundukan tanah tinggi kurang lebih 1,5 meter.
Rudi Harianto, warga lebih kurang menjelaskan lokasi itu dikeramatkan masyarakat kira-kira dan ditakuti. Tak teledor orang berani masuk jikalau tidak meresmikan kepentingan karena banyaknya makhluk astral tak kasat mata penjaga website yang dikira peninggalan Mpu Sindok.
“Di sini itu yang mengetahui hadir dua penjaga (tak kasat mata), penjaganya tinggi besar, itu ada dua. Nggak ada yang berani masuk warga sini,” ucap Rudi Harianto, ditemui di wilayah web Balekambang, Dau, Malang.
Rudi menyebutkan sebagian kali pelaku spiritual sering berdatangan berasal dari bermacam area untuk mencari ketenangan dan bersemedi di sini. Lokasinya yang datang di tengah perkebunan dikelilingi kebun jeruk bikin aura positif memang jadi walaupun hadir sebagian makhluk tak kasat mata.
“Orang sini bilangnya hadir ular besar, kayak anaconda, ular jadi-jadian, kepalanya hitam, itu yang ditakuti warga sini juga,” ujar pria yang terhitung Kepala Dusun Bendungan, Desa Landungsari ini.
Namun, bagi Rudi, makhluk tak kasat mata itu justru menuntunnya menemukan struktur-struktur batu bata yang diduga bangunan candi. Di mana, awalnya pada 2023 selanjutnya ia menemukan dua buah potongan batu bata merah besar di selatan website Balekambang, layaknya sebuah kepingan konstruksi candi.
“Tahun 2023 itu nemu struktur batu bata, lantas awalannya kan aku di sini lakukan ritual, persis (makhluk tak kasat mata) Mbah-nya dituntun, nemu terhitung di 2024 itu nemu susunan di selatannya sini, diminta ngasih pagar, ya saya pasang pagar di bawah itu, di sana terhitung datang struktur,” jelasnya.
Demi keamanan saat itu, Rudi dan warga lainnya menentukan menutupnya usai melaporkan ke lembaga berkenaan Ia risau temuan itu dapat disalahgunakan oknum tak bertanggung jawab, apalagi itu terhitung merupakan pesan dari penjaga tak kasat mata situs ini.
“Struktur bangunan itu ditemukan di bawah segi selatan (dari web Balekambang), tapi disimpan dan ditutup lagi disuruh mageri pakai kayu, dan mencuci sama mbah-nya,” ungkap dia.
Penelusuran mata batin di lokasi benar-benar terlihat dua penjaga berpostur tinggi besar mengfungsikan besaran pakaian jawa, menghuni di pohon nangka yang tumbuh di atas struktur bangunan dikira candi. Di sekelilingnya hadir sebagian makhluk tak kasat mata, tidak benar satunya menyerupai siluman ular besar, layaknya anakonda.
Di sisi lain, Budi Kariono selaku Ketua Pemerhati Budaya Indonesia (PBBI) Jawa Timur mengutarakan wilayah ini memanglah sering dijadikan para pelaku spiritual menenangkan diri. Meski demikianlah wilayah ini bukanlah diduga sebagai punden desa, supaya tidak dijadikan wilayah untuk kegiatan bersih desa.
“Bukan andaikan punden, punden datang sendiri di sana, yang saat ini lagi dijaga oleh Pak Eko (salah satu warga), kalau problem ritual itu kita semacam menghargai saja, orang jauh – jauh banyak yang ada lebih-lebih berasal dari luar desa,” ucap Budi Kariono.