Kesaksian Pendaki yang Tersesat di Gunung Arjuno

ruangmistis.xyz – Gunung Arjuno yang berbatasan bersama Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur memiliki kekuatan pikat bagi para pendaki dan petualang alam bebas. Gunung yang resmikan ketinggian 3.339 Mdpl ini miliki panorama yang terlampau indah.
Namun, tidak cuman menampilkan keindahan alam saja, gunung ini juga miliki cerita misteri dan urban legend. perihal ini makin diperkuat oleh adanya petilasan dan jejak peristiwa yang tersebar di sepanjang gunung.
Ada cerita misteri di kalangan pendaki yang menghubungkannya dengan keberadaan Pasar Setan. Kabarnya, pasar berikut terletak di salah satu sabana luas yang jadi rute pendakian.
Konon kabarnya, sejumlah pendaki mendengar keramaian dan nada bising yang serupa bersama dengan situasi pasar, meskipun jalur selanjutnya mestinya sepi, hanya terdiri berasal dari sabana luas dan tanah lapang. peristiwa ini berlangsung antara malam hari.
Salah satu pendaki Gunung Arjuno yang dulu tersesat Muhammad Naam mengakui, terdapatnya kegiatan gaib yang tinggi di gunung itu.
Ia mengaku sering kali melihat orang-orang dengan tampilan aneh saat tersesat di rimba Gunung Arjuno. Dirinya bahkan lihat istana seperti di kerajaan – kerajaan lengkap dengan raja di dalamnya.
“Ada pendopo fasilitas kayak raja, jadi raja diam di depannya orang banyak, kayak di pendopo. Pendoponya besar tetapi nggak datang penghalangnya,”ujar Naam, dikutip, Minggu (1/6/2025).
“Cuma ada tiangnya saja. Di alas mana nggak jelas aku nggak sadar posisinya dimana itu bukan alam kita,” lanjut Naam.
Keanehan juga terdapat antara pepohonan yang ada di sekitarnya. Pepohonan itu membuka tinggi yang lebih besar dan akar yang menjulang tinggi hingga ke atas.
Konon akar pepohonan itu merupakan akar mimang yang kerap kali buat orang-orang tersesat, sebab sebatas datang di alam tak kasat mata.
“Aneh pohonnya baru kali itu baru aku saksikan pohonnya besar – besar, kadang akarnya hingga ke atas. seandainya lihat ke arah matahari sudah nggak kelihatan,”ujarnya.
“Kabut tentu kabut merasa ada kabut itu menutupi rimba hingga harap subuh rimba tok itu. Itu (kabut) tandanya masuk di alam mereka,”lanjutnya.
Namun sepanjang berada di alam gaib itu Naam mengaku tak banyak berkomunikasi bersama dengan makhluk tak kasat mata berikut Dia menentukan untuk diam ketika berada di alam mereka.
“Karena pertama mereka itu acuh tak acuh lantas ya nggak harap komunikasi tetap diam, nggak mengerti kehadiran saya Makanya nggak interaksi,” tukasnya.